Filter by price
Stock status
Showing 49–60 of 67 results
Pear Piqaboo
Pear Piqaboo adalah varian buah pir premium yang memiliki tekstur crunchy dan juicy dengan rasa manis yang menyegarkan. Sensasi renyah di setiap gigitan membuatnya cocok dinikmati langsung, dijadikan bekal sehat, campuran salad buah, maupun sebagai pilihan buah premium untuk hampers dan berbagai momen spesial.
Pepaya Merah Delima
Pepaya Merah Delima adalah varian pepaya unggul dengan daging buah merah oranye yang tebal, rasa sangat manis, serta tekstur kenyal tanpa aroma yang menyengat. Cocok dinikmati langsung, dijadikan jus, salad buah, smoothie, maupun sebagai camilan sehat untuk dinikmati kapan saja.
Premium Fruit Hampers
Premium Fruit Hampers merupakan hampers berisi pilihan buah premium segar yang dikemas cantik dan elegan, cocok sebagai buah tangan maupun hadiah untuk berbagai momen spesial. Berisi aneka buah pilihan seperti anggur, apel, pir, jeruk, kiwi, stroberi, ceri, melon, dan buah premium lainnya.
Pumpkin China
Pumpkin China adalah labu dengan kulit hijau tua yang dihiasi bintik putih atau pola garis-garis khas, serta memiliki daging buah berwarna oranye terang hingga kuning. Teksturnya lembut setelah dimasak dengan rasa manis alami, sehingga cocok untuk dibuat sup, kolak, bubur, puree, kue, bolu, hingga berbagai olahan masakan sehat sehari-hari. Kaya akan serat, vitamin A, dan antioksidan yang baik untuk mendukung kesehatan tubuh.
Red Nectarine
Red Nectarine adalah buah nektarin premium impor asal China yang dikenal memiliki rasa sangat manis, tekstur renyah, dan kaya air. Kulitnya yang halus tanpa bulu membuatnya praktis dinikmati langsung. Cocok sebagai camilan segar, campuran salad buah, dessert, maupun pelengkap hampers buah premium.
Ruby Red Kiwi
Ruby Red Kiwi adalah kiwi premium dengan daging buah berwarna merah alami keemasan yang memiliki rasa manis khas dan tekstur lembut berair. Tampilannya yang cantik membuat buah ini cocok dinikmati langsung, dijadikan salad buah, topping yogurt, dessert, maupun sebagai pilihan buah premium untuk hampers dan hadiah.
S’more Ohgodmallow Crispy
S’more Ohgodmallow Crispy adalah camilan viral asal Korea Selatan yang memadukan biskuit renyah dengan isian marshmallow panggang yang lembut dan lumer. Menghadirkan sensasi crispy di luar, gooey di dalam, serta rasa manis yang pas, camilan ini cocok dinikmati kapan saja sebagai teman santai atau teman minum kopi dan teh.
Sanitarium Weet-Bix Bites Honey Crunch
Sanitarium Weet-Bix Bites Honey Crunch adalah sereal gandum untuk sarapan yang populer di Australia dengan perpaduan rasa madu yang renyah dan lezat. Terbuat dari gandum utuh, sereal ini kaya serat, membantu memberikan energi untuk memulai hari, serta cocok dinikmati dengan susu atau yogurt.
Sawi Hijau
Sawi Hijau (Caisim) merupakan sayuran segar dengan daun hijau dan batang yang renyah. Cocok untuk tumisan, sup, mie, bakso, dan berbagai masakan sehari-hari.
Semangka Black Seedless
Semangka Black Seedless adalah varian semangka tanpa biji keras yang memiliki kulit hijau gelap dengan daging buah merah cerah, bertekstur renyah, dan kaya air. Rasanya manis serta menyegarkan, sehingga cocok dinikmati langsung, dijadikan jus, salad buah, atau disajikan sebagai hidangan segar saat berkumpul bersama keluarga dan teman.
Sempio Doenjang Korean Soybean Paste
Sempio Doenjang Korean Soybean Paste adalah pasta tradisional Korea yang terbuat dari kedelai yang difermentasi. Memiliki rasa gurih dan umami yang khas, bumbu ini cocok digunakan untuk membuat doenjang jjigae, saus, marinasi, tumisan, maupun berbagai hidangan autentik Korea lainnya.
Shinsunmi Gochugaru (Korean red pepper powder)
Shinsunmi Gochugaru (Korean Red Pepper Powder) adalah bubuk cabai merah khas Korea, terbuat dari cabai merah pilihan yang dikeringkan dan dihaluskan. Memiliki tingkat kepedasan yang seimbang dengan warna merah cerah. Cocok digunakan untuk membuat kimchi, tteokbokki, sup, saus, dan berbagai hidangan autentik Korea.
Online Sports Nutrition and Natural Dietetics.
Chances are there wasn't collaboration, communication, and checkpoints, there wasn't a process agreed upon or specified with the granularity required. It's content strategy gone awry right from the start. Forswearing the use of Lorem Ipsum wouldn't have helped, won't help now. It's like saying you're a bad designer, use less bold text, don't use italics in every other paragraph. True enough, but that's not all that it takes to get things back on track.
The villagers are out there with a vengeance to get that Frankenstein
You made all the required mock ups for commissioned layout, got all the approvals, built a tested code base or had them built, you decided on a content management system, got a license for it or adapted:
- The toppings you may chose for that TV dinner pizza slice when you forgot to shop for foods, the paint you may slap on your face to impress the new boss is your business.
- But what about your daily bread? Design comps, layouts, wireframes—will your clients accept that you go about things the facile way?
- Authorities in our business will tell in no uncertain terms that Lorem Ipsum is that huge, huge no no to forswear forever.
- Not so fast, I'd say, there are some redeeming factors in favor of greeking text, as its use is merely the symptom of a worse problem to take into consideration.
- Websites in professional use templating systems.
- Commercial publishing platforms and content management systems ensure that you can show different text, different data using the same template.
- When it's about controlling hundreds of articles, product pages for web shops, or user profiles in social networks, all of them potentially with different sizes, formats, rules for differing elements things can break, designs agreed upon can have unintended consequences and look much different than expected.
This is quite a problem to solve, but just doing without greeking text won't fix it. Using test items of real content and data in designs will help, but there's no guarantee that every oddity will be found and corrected. Do you want to be sure? Then a prototype or beta site with real content published from the real CMS is needed—but you’re not going that far until you go through an initial design cycle.